Tidak FOMO: Refleksi Hari ke-31 Atthasīla tentang Mindfulness dan Ketenangan Batin di Era Digital
Hari ke-31 Aṭṭhasīla: Saat Tidak FOMO… Batin Justru Lebih Tenang
Hari ke-31 Aṭṭhasīla.
Rutinitas berjalan seperti biasa.
Menjaga sila, menjalani aktivitas harian, dan berusaha tetap hadir dalam setiap momen, dan menutup hari dengan membacakan aspirasi dan pelimpahan jasa.
Namun hari ini, ada satu pengalaman sederhana…
yang justru memberikan pelajaran yang cukup dalam.
Pagi Hari: Meditasi dan Batin yang Lebih Hening
Pagi hari dimulai dengan aktivitas sederhana.
Setelah sempat posting di grup orang tua SMB terkait kegiatan, saya duduk sejenak:
👉 meditasi mettā bhāvanā
👉 lalu dilanjutkan dengan ānāpānasati sekitar 60 menit
Batin terasa lebih tenang.
Di tengah meditasi, sempat ada momen di mana:
👉 napas terasa “seperti hilang”
Namun bukan hilang sepenuhnya.
Melainkan:
- objek menjadi sangat halus
- perhatian tetap bisa mengikuti
- kesadaran tetap hadir
Dan sesi meditasi bisa diselesaikan dengan cukup stabil.
Kejadian Sederhana: WA Utama Tiba-Tiba Logout
Setelah itu, ada kejadian kecil.
WhatsApp tiba-tiba logout sendiri.
Memang sesekali ada kendala seperti ini.
Dan untuk bisa login kembali, perlu ke service center.
Saya belum sempat ke sana.
Kemungkinan baru bisa hari Selasa.
Yang Berbeda: Tidak Ada FOMO
Yang menarik bukan pada kejadian itu…
Tetapi pada reaksi batin.
👉 batin tetap tenang
👉 tidak panik
👉 tidak muncul FOMO (fear of missing out)
Padahal sebelumnya…
jika mengalami hal seperti ini, reaksi bisa sangat berbeda:
- cemas berlebihan
- pikiran ke mana-mana
- takut ketinggalan informasi
- merasa “harus segera diperbaiki”
Bahkan ada ungkapan yang sering terdengar:
👉 “Lebih panik kehilangan HP daripada kehilangan pasangan.”
Dan mungkin… itu tidak sepenuhnya berlebihan.
Kebiasaan Kecil yang Tidak Disadari
Jika dilihat dengan jujur…
banyak dari kita:
bangun tidur langsung cek WA
sedikit-sedikit cek notifikasi
merasa harus selalu “update”
Padahal:
👉 belum tentu ada yang benar-benar penting
👉 belum tentu ada yang mendesak
Namun batin seperti:
👉 “tidak tenang kalau tidak mengecek”
Ini perlahan menjadi:
👉 kecenderungan (habit)
👉 bahkan bisa seperti ketergantungan halus
Kajian Abhidhamma: FOMO dan Lobha Citta
Dalam Abhidhamma, kondisi seperti ini dapat dilihat sebagai:
👉 lobha citta (kesadaran yang dilandasi kemelekatan)
Bentuknya bukan selalu “ingin sesuatu yang besar”.
Tetapi bisa sangat halus:
- ingin tahu terus
- ingin update terus
- tidak nyaman jika tidak terhubung
Ditambah dengan:
👉 uddhacca (kegelisahan)
👉 moha (ketidaktahuan akan kondisi batin sendiri)
Sehingga muncul:
👉 dorongan untuk terus mengecek
👉 tanpa benar-benar sadar kenapa
Latihan Mindfulness: Mengurangi Reaksi Otomatis
Belakangan ini, selama Aṭṭhasīla, saya mulai belajar:
👉 membatasi cek-cek WA
👉 mengurangi respons impulsif terhadap notifikasi
👉 lebih sadar kapan benar-benar perlu membuka HP
Ternyata…
latihan kecil ini membawa dampak yang cukup besar:
✨ batin lebih tenang
✨ tidak mudah gelisah
✨ tidak mudah “terseret” oleh hal-hal kecil
Hasilnya Terlihat Hari Ini
Ketika WA bermasalah hari ini:
👉 batin tidak panik
👉 tidak terburu-buru
👉 tetap bisa melanjutkan aktivitas
Saya tetap:
- bekerja menggunakan nomor lain
- menjalani aktivitas keluarga
- bahkan pergi belanja kebutuhan mingguan bersama keluarga
Tanpa rasa:
👉 “ada yang kurang”
👉 “ada yang tertinggal”
Refleksi: Ternyata Tidak Semua Harus Diikuti
Pengalaman hari ini sederhana.
Namun memberikan pemahaman:
👉 tidak semua dorongan batin perlu diikuti
👉 tidak semua notifikasi harus segera direspon
Kadang…
justru dengan tidak mengikuti,
kita menemukan:
👉 ketenangan
Abhidhamma: Ketika Kesadaran yang Baik (Kusala Citta) Lebih Kuat
Dalam proses ini:
- sati (kesadaran) mulai lebih hadir
- alobha (tidak melekat) mulai berkembang
- tatramajjhattatā (keseimbangan batin) mulai terasa
Sehingga:
👉 batin tidak mudah terguncang oleh kondisi kecil
Ajakan Lembut: Tidak FOMO, Lebih Mindful
Hari ke-31 ini menjadi pengingat sederhana:
Di tengah dunia yang:
- cepat
- penuh notifikasidan terus bergerak
kita tidak harus selalu ikut arus.
Mungkin bisa mulai dari hal kecil:
👉 tidak langsung cek HP saat bangun
👉 memberi jeda sebelum membuka notifikasi
👉 sadar saat ingin mengecek sesuatu
Karena ternyata…
👉 ketenangan tidak datang dari luar
👉 tetapi dari cara kita merespons
Penutup
Hari ini bukan tentang kehilangan akses WA.
Tetapi tentang:
👉 menemukan bahwa kita tidak selalu harus “terhubung”
👉 untuk merasa tenang
Dan mungkin…
di situlah latihan ini bekerja secara perlahan.
Pelan-pelan…
tidak FOMO…
dan lebih sadar.
Sādhu..Sādhu..Sādhu..🙏
Share ke teman yang sering ‘online tapi capek’
(Minggu, 20 April 2026)
Baca juga: Abhidhamma, Pahami Batin: H 27 Atthasīla (Citta, Cetasika)

